Senin, 31 Desember 2012

New Year's Fireworks Party at Bukittinggi City

Pesta kembang api ini live dari bawah Grand Rocky Hotel Bukittinggi.
Tau gak apa yang spesial dari pesta kembang api ini? Anak-anak Bvard nyumbang SETENGAH dari biaya beli kembang apinya! WOW!
Bahkan kembang api Rocky lebih keren dari kembang api Jam Gadang sama Lapangan Kantin.
Good job (y)

Jumat, 01 Juni 2012

Yooran





Name: Kim Yooran
Nickname: Yooran
Real name: Ranti Wulandari
FB: Rhanty Naq Diricue
Twitter: @NDs_Yooran
Position: Leader

Tanggapan _ND's:
<3 Leera: Urang ndak nio ngecek WAW doh!
<3 Eunye: Ndk gitu doh, ndak mampu diungkapkan dengan beribu-ribu kata tapi pikia se lah surang kato2nyo dih
<3 Hyunrin: O baputa puta

Jumat, 25 Mei 2012

FF | Beautiful Goodbye (Prologue, Part 1-3)


    Category: Fanfic, Drama

    Author: Shin Hyun Rin

    Genre: Romantic, Comedy

    Cast:
  1. Taeyeon SNSD
  2. Eunhyuk SuJu
  3. Gayoon 4Minute
  4. Seohyun SNSD
  5. Yonghwa CNBlue
  6. Kyuhyun Super Junior
  7. Yuri, Tiffany, Sooyoung, n Sunny SNSD
  8. Leeteuk, Sungmin, Hangeng, Siwon, Kibum, Shindong, Ryeowook, Yesung, n Kangin SuJu
  9. Jihyun, Jiyoon, Sohyun, Hyuna 4Minute
  10. And other…

  11. Fanfic ini mungkin rada-rada ga beres seperti author-nya *gaje*. Abaikan sang author! Sekarang kita  mau membahas asal-usul terjadinya cerita My Formula : 128e980 ini. Ceritanya tidak hanya  membahas tentang triangle love Taeyeon, Gayoon, dan Eunhyuk saja, tapi juga tentang kehidupan para  cast lainnya, mulai dari triangle love nya Seohyun, Yonghwa dan Kyuhyun sampai kelucuan para cast  lainnya. Author sich belum tahu endingnya bakal seperti apa, tapi yang jelas ini Be Continued story.  Seperti kebiasaan author, kelanjutannya tergantung para readers. NO BASHING AND NO SPAM RIGHT!

    -------------------------------------------------------------------------------------------------------

    Taeyeon adalah seorang gadis yang sekarang berada di kelas 3 SMA - SMA Myungboon, sama dengan Eunhyuk, Gayoon, dll.

    Eunhyuk adalah teman lama Taeyeon yang dulunya menyukai Taeyeon, tapi sejak ia pindah ke Kanada, ia  menyukai orang lain bernama Gayoon yang kebetulan juga adalah sahabat lama Taeyeon dan  meninggalkan Taeyeon. Beberapa tahun kemudian Eunhyuk pindah kembali ke kota asalnya (sama  dengan kota dimana Taeyeon tinggal) dan disusul oleh Gayoon. Disanalah cerita bermula.

    Sedangkan Seohyun adalah adik kandung Taeyeon yang sekarang berada di kelas 2 SMA. Taeyeon tinggal di apartmentnya sendiri karena ia tidak mau merepotkan orang tuanya, padahal orang tuanya adalah milyarder yang punya banyak perusahaan, sementara Seohyun tinggal di rumah orang tua mereka. Meskipun orang tua mereka adalah milyarder, tidak ada yang tahu kalau mereka adalah anak orang kaya, hanya beberapa yang tahu.

    Taeyeon mempunyai sahabat-sahabat seperti Yuri, Tiffany, Sunny, dan Sooyoung.

    Eunhyuk juga mempunyai saudara laki-laki bernama Yonghwa yang sekelas dengan Seohyun. Sahabat- sahabat Eunhyuk yaitu Leeteuk, Sungmin, Kyuhyun, Ryeowook, Shindong, Yesung, Kangin, Hangeng, dan  Siwon.

    Ada sesuatu dibalik kedekatan Seohyun, Yonghwa, dan Kyuhyun yang hanya beberapa orang saja yang tahu.

    Gayoon juga memiliki beberapa orang teman seperti Jihyun, Jiyoon, Sohyun, dan Hyuna.

    Happy reading ^^
    >>> Shin Hyun Rin <<<

    ----------------------------------------------------------

      Author POV

      Jam 06.00 Taeyeon sudah sampai di sekolahnya, Dongguk High School. Ia memilih pergi duluan sementara Seohyun menyusul di belakang dan pergi di jam biasa. Itu karena Taeyeon ingin cepat-cepat duduk di kelasnya dan menghapal pelajaran Fisika. Ya, sangat rajin bukan? Karena itulah Taeyeon. Anak pintar yang meraih juara umum di sekolahnya.

      Taeyeon segera masuk ke ruang kelasnya. Ia menduga pasti dialah siswa pertama yang datang ke sekolah hari itu.

      Tapi tebakannya meleset! Ia bukanlah siswa pertama yang datang ke sekolah, bahkan juga bukan siswa yang pertama kali masuk ke kelasnya hari itu. Ia melihat seorang namja yang memakai seragam sama dengannya sedang membaca buku di tempat duduknya! Sangat tidak sopan! Tapi Taeyeon sama sekali tidak mengenali namja itu. Siapa dia?

      Namja itu membalikkan kepala ke arah Taeyeon dan menyibakkan poninya sambil tersenyum. Tapi saat ia melihat Taeyeon, ia tidak lagi tersenyum.

      "Lee Hyuk Jae?" bisik Taeyeon pelan.

      "Kim Tae Yeon," kata namja itu, ia kelihatan terkejut.

      "Apa yang kau lakukan disini Hyukjae?" tanya Taeyeon, suaranya bergetar.

      Namja yang ternyata Eunhyuk itu menepis panggilan Taeyeon, "Jangan panggil aku Hyukjae, namaku Eunhyuk!"

      "B-baiklah Eun…hyuk," kata Taeyeon gugup.

      "Aku bersekolah disini. Aku baru pindah kemaren. Songsaenim mengatakan kalau ini kelasku. Ini kelasmu juga?"

      "Ya, dan kau duduk di mejaku!" bentak Taeyeon.

      "Whoa, tenang yeppeo. Mian kalau aku menduduki mejamu. Kau sama sekali tidak berubah, kau masih Kim Tae Yeon pemarah yang ku kenal," goda Eunhyuk.

      "Jangan merayuku! Aku sudah berubah pabo! Lebih baik kau keluar sana. Cari meja lain untuk kau duduki!"

      "Tapi aku tidak tahu dimana mejaku,"

      "Aku tidak peduli!"

      Eunhyuk pergi dari tempat duduk Taeyeon dan Taeyeon langsung duduk di tempat duduknya. Ia mendengar suara langkah kaki Eunhyuk menjauh dari kelasnya.

      Taeyeon langsung mengambil buku Fisika dari dalam tasnya namun ia tidak serta-merta membaca. Ia membalik buku tanpa tahu tujuannya. Yang ia pikirkan sekarang hanya Eunhyuk. Kenapa namja yang telah mengkhianatinya lima tahun yang lalu itu kembali dan membawa luka untuknya. Baru setahun lalu Taeyeon mencoba melupakan Eunhyuk, tapi sekarang ia kembali lagi dengan membawa cerita lama dan membuat Taeyeon kembali terpuruk.

      ***

      Eunhyuk POV

      Ternyata aku sekelas lagi dengan yeoja itu. Sungguh mengasyikkan! Meskipun kesan pertamanya kurang baik padaku, tapi yakinlah Taeyeon, cepat atau lambat kau akan kembali ke pelukanku lagi.

      Memang wajar kalau dia menaruh dendam padaku. Aku sudah membuangnya dan sekarang aku memungutnya yang sudah tidak berdaya kembali. Ya, aku memang sudah mengkhianati cinta Taeyeon dengan selingkuh dengan Gayoon. Aku melakukannya karena aku muak dengan Taeyeon yang selalu memikirkan belajarnya dibanding aku, dan dia juga yeoja paling pemarah yang aku kenal.

      Aku ingin dekat kembali dengan Taeyeon dan berpacaran lagi dengannya. Meskipun sudah lima tahun berlalu dan aku sudah berusaha melupakannya, bayangan manis itu selalu terlintas di benakku. Aku tidak bisa membohongi kalau aku sangat mencintainya, lebih dari apapun, bahkan saat aku sudah bersama Gayoon. Aku menyadari kesalahanku, dan satu yang aku harap saat ini adalah Taeyeon mau menerimaku lagi sebagai kekasihnya.

      Tapi apakah Taeyeon sudah memiliki namja lain? Pertanyaan itulah yang sekarang berkelabut di benakku. Sepertinya Taeyeon sudah menemukan namja yang tidak akan menyakiti hatinya seperti perbuatanku. Aku harus mencari tahu! Taeyeon-ah, tunggu aku chagiya…

      ***

      Taeyeon POV
       
      Aku tidak konsentrasi dalam membaca bukuku. Ya Tuhan, apa yang sedang aku pikirkan! Aku tidak boleh memikirkan namja itu lagi. Menyakitkan rasanya jika mengenang apa yang kau lakukan Eunhyuk, itu menyakitkan! Apa kau tidak merasakannya!

      Flashback to 5 years ago, Author POV

      "Berhentilah menyumpahiku Taeyeon! Kau memang yeoja yang tidak beradab!" bentak Eunhyuk ke arah Taeyeon yang menangis.

      Plaak! "Apa kau bilang? Kau sama sekali tidak punya otak! Apa yang kau lakukan dengan sahabatku!" teriak Taeyeon sambil menampar Eunhyuk.

      "Taeyeon, mianhae. Aku tidak bermaksud seperti ini," kata seorang yeoja cantik kepada Taeyeon.

      "Aku tidak perlu mendengar penjelasanmu lagi yeoja busuk! Aku kira kau sahabatku Gayoon, ternyata aku salah menilaimu. Dan untuk kau Eunhyuk, aku akan pergi dari kehidupanmu, aku tidak akan mengganggumu lagi! Semoga kau bahagia bersamanya," kata Taeyeon terisak-isak dan berlalu.

      "Kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi Kim Tae Yeon!" teriak Eunhyuk saat melihat Taeyeon berjalan pergi.

      "Kapan kita berhubungan?" kata Taeyeon berhenti tapi tidak membalikkan tubuhnya, "Tidak pernah!" dan ia pun segera menyetop taksi untuk pulang ke apartmentnya.

      ***

      Taeyeon POV

      Aku menangis membayangkan apa yang telah dilakukan Eunhyuk padaku. Bayangan beberapa tahun lalu itu terus saja mengusikku. Tak terasa air mataku jatuh dan mengenai buku Fisikaku, seseorang menyodorkan sehelai sapu tangan untukku.

      "Kenapa menangis noonna?" tanya seorang namja yang ada di depanku, itu Leeteuk.

      "Tidak apa oppa, aku Cuma kelilipan," kataku berbohong. Aku tidak ingin Leeteuk ikut campur dalam urusan ini.

      "Jangan bohong padaku. Sekarang hapuslah air matamu. Kalau kau mau bercerita padaku, silakan. Tapi kalau tidak, aku tidak akan menuntut banyak,"

      "Aku tidak menangis oppa!"

      "Baiklah, itu tandanya kau tidak mau diusik. Lebih baik aku pergi. Oh ya, sapu tangan itu kau simpan saja," kata Leeteuk oppa sambil berlalu.

      "Gamsahamnida oppa,'' kataku. Ya, oppa Leeteuk memang baik padaku. Ia memang cuek, tapi ia sangat perhatian padaku. Sejak kepergian Eunhyuk, aku hanya dekat dengan seorang namja saja, Leeteuk. Ia sudah seperti kakak laki-lakiku saja. Aku pernah mendengar teman-temannya berkata kalau ia menyukaiku. Ah, tidak mungkin!

      Tak lama kelas menjadi ramai. Terdengar olehku kalau Jihyun dan teman-temannya membahas tentang kepindahan Eunhyuk ke sekolah ini kembali. Mereka juga seringkali melirik dan meledekku. Apa maunya mereka itu? Aku tahu mereka adalah sahabat Gayoon di dunia maya. Huh, menyebalkan!

      Beberapa menit kemudian, bel sekolah berbunyi. Semua siswa di kelasku sudah duduk, begitu juga dengan Eunhyuk yang duduk tepat di depanku. Hobin songsaenim masuk (beliau adalah wali kelasku), dan ia diikuti oleh seorang yeoja cantik yang menundukkan kepalanya. Tunggu sebentar, aku mengenali siapa yeoja itu! Itu Gayoon! Aigoo, apa yang ia lakukan disini? Menyebalkan!

      Hobin songsaenim menyuruh Gayoon untuk memperkenalkan dirinya, "Lanjut Gayoon-ah!"

      Gayoon memasang wajah dimanis-maniskan. Banyak para namja yang berada di kelasku memuji kecantikannya. Ya, harus aku akui kalau Gayoon itu memang lebih cantik dibandingkanku. Tapi bagiku penampilan adalah yang ketiga, dibawah hati dan kecerdasan.

      "Annyeong haseyo, Heo Ga Yoon imnida. Sebagian dari kalian mungkin sudah tahu aku. Aku memang tidak bersekolah disini sebelumnya. Aku juga pernah tinggal di Korea dan bersekolah di Myungboon High School poda grade Juniorku. Sedangkan waktu senior, aku bersekolah di Kanada. Ummm, satu sekolah dengan Eunhyuk," kata yeoja itu memperkenalkan diri seraya menunjuk Eunhyuk.

      Tapi yang ku lihat Eunhyuk bukannya senang karena pacarnya juga bersekolah disini, bahkan sekelas dengannya, ia hanya membuang muka sambil mengunyah permen karetnya. Tak jarang juga ia melihatku ke belakang. Gayoon Cuma menatapku penuh kebencian.

      Seusai memperkenalkan diri, Gayoon minta izin pada Hobin songsaenim agar ia diizinkan duduk dengan Eunhyuk. Donghae yang saat itu duduk dengan Eunhyuk harus mengalah dan duduk di dekatku. Aku memang dikhususkan untuk duduk sendiri karena kalau aku duduk berdua, otakku hanya akan dimanfaatkan oleh teman-temanku yang lain.

      Eunhyuk POV

      Aigoo! Kenapa yeoja ini! Gayoon, kau selalu membuntutiku! Sekarang apa maumu Gayoon? Aku sudah memutuskanmu empat tahun yang lalu, tapi kau masih saja mengharapkanku!

      Gayoon melihat ke arahku dan tersenyum. Memang manis senyumnya, tapi aku tidak akan tergoda!

      "Oppa? Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau akan pindah?" tanyanya.

      "Bukan urusanmu tahu!" kataku.

      "Tapi oppa meninggalkanku. Hampir saja aku celaka. Untung saja teman-temanku memberitahu kalau kau pindah kesini,"

      "Kenapa kau mengikutiku?"

      "Aku tidak bisa hidup tanpamu oppa,"

      "Oh,"

      "Oppa, kenapa kau tidak memperhatikanku!"

      "Aku kesini untuk belajar, bukan untuk bermesraan denganmu!"

      "Tapi aku sudah capek-capek kesini demimu oppa. Apa kau tidak peduli!"

      "Tidak"

      "Pasti gara-gara yeoja itu!" kata Gayoon sambil menunjuk Taeyeon.

      "Jangan bawa-bawa namanya!"

      "Aku tidak akan menyinggungnya kalau kau mau mendengarkanku, hmmmm atau dia akan berakhir di tanganku!" kata Gayoon tersenyum licik.

      "Jangan coba-coba melakukan sesuatu padanya Gayoon!"

      "Ayolah oppa, kenapa kau tidak se asik dulu? Turuti perintahku dan Taeng akan selamat"

      Aku terdiam mendengar kata-kata Gayoon. Taeng, itu adalah panggilan kesayanganku untuk Taeyeon, dan Gayoon akan melakukan sesuatu yang tidak-tidak pada Taeyeon. Aku tidak akan membiarkan Taeyeon terluka oleh Gayoon.

      "Bagaimana oppa? Kenapa diam?" tanya Gayoon seperti menantangku.

      "Baiklah, aku akan menuruti perintahmu. Asal dengan satu syarat, kau tidak boleh menyakiti Taeyeon!"

      Gayoon tersenyum dan mencolek lenganku. Aku terpaksa diam saja. Bagaimana dengan Taeyeon yang ada di belakangku?

      Taeyeon POV

      Mengapa mereka mengumbar kemesraan didepanku? Ugh, Eunhyuk, ia selalu begitu! Apa ia tidak tahu kalau hatiku sakit melihat mereka berdua!

      Aku mencoba menegur mereka karena merusak konsentrasiku dalam belajar.

      "Kalian bisa diam tidak anak baru?" seruku lantang. Seisi kelas langsung memperhatikanku.

      Eunhyuk dan Gayoon melihat ke arahku, mereka terlihat tersinggung.

      "Kalian ini meribut saja! Lebih baik aku yang didepan!" ujarku lagi.

      Aku akan bangkit dari dudukku dan diikuti Donghae, "Mereka memang meribut songsaenim!"

      Hobin songsaenim menyuruh Eunhyuk dan Gayoon ke belakang, sementara aku dan Donghae ke depan.

      ***

      Bel sekolah berbunyi dan waktunya istirahat. Sooyoung, Tiffany, dan Yuri menghampiriku dan mengajak makan di kantin.

      "Tae, ke kantin yuk!" ajak Yuri.

      "Aku lagi nggak mood belanja," ujarku masih duduk di bangkuku.

      "Ya, kenapa sih Tae? Kamu tidak enak badan?" tanya Sooyoung sambil mengusap kepalaku.

      "Aku nggak apa-apa kok Young,"

      "Atau jangan-jangan karena Eunhyuk?" tanya Tiffany.

      "Hush, kenapa kamu tetap menyebut namanya!" kata Yuri pada Tiffany.

      "Tenang dulu Yuri, kamu tidak tahu ya kalau Lee Hyuk Jae brengsek itu pindah ke sekolah kita?" kata Tiffany.

      "Mwo? Benarkah?" seru Sooyoung terkejut.

      "Kalian ini payah! Masa itu saja tidak tahu! Pabo!" kata Tiffany sembarangan.

      "Sejak kapan? Kamu tahu darimana?" tanya Yuri.

      "Tanya saja sama Taeyeon," kata Tiffany.

      "Gimana Tae?" tanya Sooyoung dan Yuri serempak padaku.

      Aku kesal mendengar perkataan mereka, "Jangan tanya-tanya dia lagi!"

      Mereka terdiam, sedih mendengar perkataanku.

      "Hmmmm, maafkan aku teman-teman. Aku terlalu kasar pada kalian. Aku memang tidak mood karena dia," ujarku lirih.

      "Tidak apa-apa Tae. Mungkin itu memang sulit. Baiklah, kami tidak akan mengungkitnya lagi di depanmu," kata Sooyoung yang diamini Tiffany dan Yuri.

      ***

      Eunhyuk POV

      Aku berkumpul dengan teman-teman lamaku, Kyuhyun, Leeteuk, Sungmin, Hangeng, Siwon, Kibum, Shindong, Ryeowook, Yesung, dan Kangin. Aku merindukan mereka, sudah 5 tahun aku meninggalkan Seoul dan pergi ke Kanada. Tapi, jelas saja aku lebih merindukan Taeyeon.

      "Eh hyung, bagaimana hubunganmu dengan Gayoon? Apa berhasil?" tanya Kyuhyun mengejekku.

      "Ya! Kau ini Kyu!" seruku sambil menjitak kepala Kyuhyun. Ia memang dongsaeng yang jahil!

      "Apa kau sudah putus dengannya?" tanya Yesung yang tak kalah usilnya. Kyuhyun dan Yesung adalah duo trouble maker di kelompok kami.

      "Jangan bertanya tentang yeoja itu lagi, bukankah Dance King kita sudah kembali ke pangkuan yeojachingu lamanya," kata Ryeowook padaku sambil berkedip.

      "Mwo?! Benarkah Hyuk?" tanya Sungmin terkejut.

      "Sudahlah, biarkan Eunhyuk yang berbicara!" kata Leeteuk menengahi. Ia terlihat cool dan bijaksana. Leader yang paling baik dan sempurna. Satu-satunya hyung-ku di kelompok ini selain Sungmin.

      "Ya, hyung, aku kan tidak tahu harus bicara apa?!" kataku lagi.

      "Bicara sajalah, biar kami yang mendengarkan hyung," kata Shindong, 'boneka beruang' kami.

      "Baiklah… Hmmmm, jadi begini. Empat tahun lalu aku sudah putus dengan Gayoon. Hubunganku dengannya berjalan sekitar satu tahun. Itu memang waktu yang lama, tapi aku dan Taeyeon kan sudah berjalan tiga tahun. Aku sudah muak berada di Kanada, dikelilingi oleh bayangan Gayoon dan perasaan menyesalku pada Taeyeon. Karena itu aku pindah kesini lagi…," ujarku panjang lebar.

      "Ya, hyung! Ceritamu tidak seru!" kata Kyuhyun menyolot ceritaku dan menyemprotkan orange juice yang ada di tangannya. Argh!

      "Kau ini Kyu!" hardik Siwon yang sedari tadi diam saja.

      "Kau tertarik ya hyung? Hahaha," ejek Kyuhyun pada Siwon sambil tertawa, "Hey Yesung, Siwon tertarik! Hahaha!"

      "Mwo? Kau tertarik hyung? Hahaha!" tambah Yesung.

      "Sudahlah! Lanjutkan saja Hyuk, jangan pedulikan mereka," kata Leeteuk menengahi sementara Siwon langsung saja cemberut.

      "Jadi, aku… hmmmm, aku… aku…," ujarku terbata-bata.

      "Ayo cepat cerita hyung! Kau mau ku semprot lagi!" kata Kyuhyun menyemprotku sambil tangannya mengepal ke atas mengangkat orange juice-nya.

      "AKU SUKA SAMA TAEYEON!!"

      -------------------------------------------------------------------------------------------------------

      To Be Continued

      Vocabularies you got:






























     

Go Green Article



Begitu anda mendengar kalimat Go Green tentunya anda tidak asing lagi dan mungkin anda terbayang dengan pohon atau dedaunan yang hijau, rumput atau ilalang yang berwarna kehijauan, ramah lingkungan dll. Setelah anda membaca penjelasan di menu Save Our Planet yaitu : Global Warming, Carbon Footprint dan Greenhouse Effect maka kini saatnya kita mengenali apa itu Go Green?

Go Green adalah tindakan penyelamatan Bumi yang saat ini sudah mengalami pemanasan global akibat dari ulah diri kita sendiri. Untuk itu marilah kita bertindak dan melakukan penyelamatan Bumi yang kita tempati ini agar nyaman dan bersahabat seperti jaman nenek moyang kita pada jaman dahulu. Dengan kemajuan jaman pada saat ini banyak produk yang tidak ramah lingkungan dan dapat merusak alam dan lingkungan karena banyak bahan bahan yang beracun dan berpotensi merusak lingkungan. Selain itu Life style dari kita juga berpengaruh terhadap lingkungan seperti pemakaian ac, banyaknya kendaraan bermotor, penggunaan kantong plastik dll. Kita akan bahas satu persatu tindakan Go Green atau pencegahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk penyelamatan Bumi ini agar menjadi Hijau dan Segar.

Bahkan saat ini mulai mulai banyak program go green dikembangkan oleh perusahaan di Indonesia. Walau di Indonesia sendiri belum ada peraturan yang mewajibkan perusahaan untuk melakukannya. Dalam pidatonya di Pittsurgh pada Desember 2009, SBY mengatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 26% pada 2020. Komitmen ini tentu saja merupakan perkembangan positif dari keinginan Indonesia untuk menjalankan program Go Green. Beberapa perusahaan besar yang mulai melakukan program Go Green adalah Pertamina, Panasonic, Toyota, Danamon, Telkom,

Beberapa contoh dari program Go Green yang telah dilakukan adalah program dari Toyota yang melakukan penanaman pohon, serta pelatihan bagaimana membuat tempat Biopori dan daur ulang sampah dan dari Perusahaan Telkom sudah aktif menanam pohon lebih 6.000 pohon lebih untuk mensukseskan Batam Green & Clean di beberapa lokasi sejak 2008 hingga 2009, Sony Ericsson merupakan perusahaan telepon genggam dengan cara agar seluruh telepon genggamnya dapat di recycle. Apple sebagai merk ternama di dunia pun tidak mau tertinggal dalam mengembangkan produk yang ramah lingkungan, pengilangan beberapa zat yang berbahaya bagi bagi lingkungan pun mulai dilakukan. Cadmium, arsenik, merkuri, dan PVC merupakan contoh dari zat yang mulai maupun sudah dihilangkan dari produk Apple. Selain itu Apple juga melakukan recycle terhadap produk mereka. Pada tahun 2006 mereka dapat me-recycle 13 juta pound.

FF | Severely

Category : MV Story, Oneshoot

Author : Shin Hyun Rin

Genre : Romantic

Cast :
Lee Hongki
Park Seorin

Fanfic ini terinspirasi dari MV-nya FT Island. Bukan terinspirasi lagi, tapi memang sengaja diceritakan kembali dalam bentuk fanfic. Keep reading ^^

>>> Shin Hyun Rin <<<

--------------------------------------------------------------------------------------------

Gereja, adalah tempat favoritku belakangan ini. Bukan karena apa-apa, tapi aku merasa banyak sekali kenangan yang aku rasakan disini.

Seorin, foto gadis itu yang selalu memaksaku mengunjungi gereja ini. Aku sudah berulang kali menatapmu dengan tatapan kosong, berharap kau akan berbucara padaku betapa menyesalnya kau. Tapi kenapa kau hanya balas menatapku dengan senyuman dibalik bingkai kaca ini? Apa salahku sehingga aku begitu cepat kehilanganmu?

Aku mengamati potongan koran yang memisahkan kita itu. Penari terbaik di seantero Seoul, Park Seo Rin tewas dalam kecelakaan, pertunjukannya dibatalkan. Kau tidak tahu bagaimana hancur hatiku saat aku membaca kata demi kata di koran ini. Itu sungguh-sungguh merobek batinku! Kau harus tahu itu!

Bruuk!

Maaf, aku tidak sengaja…

Hah, apa itu kau? Astaga Seorin, syukurlah itu tadi hanya mimpi burukku. Ingin rasanya aku kembali memelukmu, aku benar-benar tidak ingin kehilanganmu lagi, kumohon jangan lepaskan lagi. Aku hanya mencoba melindungimu sebisaku.

Tapi apa yang kau lakukan padaku? Aku sungguh tak mengerti jalan pikiranmu! Kenapa kau melepaskan pelukanku? Apa kau marah padaku? Apa kau marah karena aku tidak bisa menjamin keselamatanmu? Kalau itu yang kau inginkan, aku mau mengulang itu semua kembali. Untukmu…

Kalender. Itulah yang aku butuhkan sekarang. Tinggal satu minggu lagi sebelum hari perpisahan kita.

***

Aku menandai tanggal 18. Sudah berlalu satu hari tapi aku tetap belum juga merasakan sesuatu.

“Hati-hati noonna!” aku memeluk seorang yeoja yang hampir saja tertabrak sebuah mobil yang melaju kencang. Kalau saja aku tidak terlambat menyelamatkannya, mungkin ia sudah tergeletak di jalan dengan tubuh penuh darah.

“Gamsahamnida oppa,” jawabnya dengan suara yang merdu.

“Cheonmaneyo noonna,” jawabku sekedarnya. Ah, yeoja ini sangat manis.

Aku diajak bertamu ke rumahnya. Rumahnya luar biasa besar, tapi yang ku lihat itu rumah itu tampak sepi. Tidak ada siapa-siapa kecuali aku dan yeoja itu, Seorin.

“Ayo oppa, diminum dulu teh nya,” katanya padaku, ia menuangkan teh panas ke dalam cangkir dan memberikannya untukku.

Dengan inisiatifku sendiri, aku memasukkan sebuah gula blok ke cangkir teh nya. Sorot matanya terlihat tidak senang. Ah, aku jadi salah tingkah. Ia mungkin tidak suka teh dengan gula blok.

Matanya yang indah itu terus menatapku dengan tatapan nanar. Uh, disaat seperti ini aku malah berbuat kebodohan. Pabo namja!

Aku berusaha mencairkan suasana. Teh yang masih panas itu kuseruput cepat-cepat. Pandangan yeoja itu mulai berseri. Ah, panas! Yeoja itu tertawa melihatku kesakitan. Satu kebodohan lagi yang ku perbuat.

Aku mengamati sebuah banner yang terpampang di dinding ruang tamunya. 1.24.12. Kaulah yang membuat semuanya berantakan. Kau yang membuat aku terpisah dengan Seorin-ku!

Aku menandai tanggal 19. Sudah dua hari.

***

Bagaimana rasanya jalan berdua denganmu? Sadarkan aku, apa aku bermimpi? Kau yang membuat semua ini menjadi nyata. Aku bahagia ada di dekatmu dan menghiasi hari-hari terakhirmu.

Menyenangkan rasanya melihat orang yang kau sayangi pergi dengan bahagia, bahagia denganmu.

“Oppa, kenapa kau membawa payung?” tanyamu seakan meragukanku. Aku hanya mencoba melindungimu sebisaku.

“Pasti nanti hujan,”

“Mana mungkin, kau tidak lihat langit secerah ini,”

Ah, Seorin. Kau memang menggemaskan. Aku akan membuat kejutan untukmu.

Aku mengamati jam tanganku, “Nah, sekarang waktunya hujan!”

Aku membuka payungku. Lembaran tipis berwarna biru yang akan melindungi kita. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Kau hanya memandang dengan takjub, seakan tak mengerti apa yang barusan terjadi. Aku sudah bilang, aku hanya mencoba melindungimu sebisaku.

“Jam ini bagus kan?” tanyaku padanya sembari melihat kalung jam hipnotik itu. Aku pernah memilikinya dulu, sayang sekali sudah hilang.

“Oppa mau jam ini?” tanyanya dengan tatapan manis ke arahku.

“Tidak usah,” jawabku tersenyum. Kami meninggalkan toko itu masih dengan perasaan riang.

Kau tahu seberapa beruntungnya aku hari itu? Paling tidak aku sudah berusaha memberikan kesan-kesan terakhir untukmu. Sudah tanggal 20 bukan...

***

Gerakan tubuhmu yang gemulai itulah yang mampu menahankan untuk sesaat saja tidak menatapmu. Aku tahu kau pasti berlatih dengan sungguh untuk festival itu. Aku tidak akan membuat pertunjukanmu itu berantakan.

Namun sepertinya aku salah.

“Oppa, ini sebenarnya apa?” tanyanya sambil memegang potongan koran yang berada di saku jaketku.

“Ini tak seperti yang kau bayangkan,”

“Pergilah!”

“Tapi…”

“Pergilah! Aku bilang pergi!”

Aku terpaksa pergi dan menuruti keinginannya. Ia memang benci padaku. Aku tahu itu. Ya, aku memang tahu.

***

Sudah tanggal 23. Tinggal sehari lagi bagiku untuk menghentikan kecelakaan mautmu itu. Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan untukmu Seorin. Aku Cuma mau kau selamat, aku mencintaimu…

Di tengah keputus asaan yang menderaku, aku akhirnya menemukanmu. Dengan balutan blazer krem dan atasan berwarna putih. Bahkan pada menit-menit kematianmu kau masih terlihat menawan. Di telingamu terpasang headset. Mungkin kau tidak akan mendengar suaraku nanti.

Awas Seorin!!!

Bruuukk!!

Aku…

Aku…

Hanya mencoba…

Aku hanya mencoba melindungiku sebisaku…

“Oppa! Oppa!” teriakmu berlutut disampingku, mengamati jasadku. Jangan menangis Seorin. Aku tidak akan pergi lama.

“Oppa! Gwaenchamna! Bangunlah!” rintihmu memilukan. Aku tidak mau mendengar tangisanmu. Ayo bangkit dan tersenyumlah!

Kenapa kau masih menangis dengan keras. Apa aku menyakitimu? Apa kau terluka karenaku?

Diamlah Seorin! Aku disini, jangan takut. Aku masih di dekatmu. Apa kau tidak melihatku? Aku disampingmu Seorin. Aku setia menghapus air matamu disini.

Tapi mungkin Tuhan berkata lain. Semoga beruntung di pertunjukanmu besok. Aku tidak sabar ingin melihatmu menari di depan semua orang. Aku tidak sabar mendengar tepukan meriah orang-orang untukmu. Aku tak sabar melihatmu tersenyum di atas panggung.

Mungkin kau tidak sadar aku dimana. Percayalah, sekarang aku di dekatmu. Aku akan menunggumu di surga…

***

“Oppa, maafkan aku,” kata seorang yeoja, menatap foto seorang namja yang tersenyum ke arahnya, seolah menghiburnya.

Yeoja itu makin menangis, sementara namja itu terus saja melihatnya dengan tersenyum.

Yeoja itu beralih pandangan dari foto itu ke sebuah potongan koran. Pertunjukannya sukses tanpa ada halangan apapun.

“Annyeonghi gyeseyo Lee Hong Ki…”

The End

My Farewell


Tanggal 16 Mei 2012 adalah hari yang paling membahagiakan sekaligus paling menyedihkan. Mungkin ini tidak berarti apa-apa bagi sebagian orang, tapi ku pikir ini sangat berarti.

Farewell party, that's a bad word! OK, I will study to next school, but I can't forget my last school. My school not good, by not bad too. Actually at my next school, I couldn't find my moment on my latest school.

Diatas semuanya, aku cuma merasa sedih dengan perpisahan, terutama harus berpisah dengan sahabat-sahabatku. That's hurt! Kita sudah ditakdirkan untuk beda sekolah dan kita tidak punya banyak waktu untuk bertemu seperti dulu lagi. I know that, but what can I do to make it different?

Goodbye, maybe sometime we can meet again :)