- Taeyeon SNSD
- Eunhyuk SuJu
- Gayoon 4Minute
- Seohyun SNSD
- Yonghwa CNBlue
- Kyuhyun Super Junior
- Yuri, Tiffany, Sooyoung, n Sunny SNSD
- Leeteuk, Sungmin, Hangeng, Siwon, Kibum, Shindong, Ryeowook, Yesung, n Kangin SuJu
- Jihyun, Jiyoon, Sohyun, Hyuna 4Minute
- And other…
Category: Fanfic, Drama
Author: Shin Hyun Rin
Genre: Romantic, Comedy
Cast:
Fanfic ini mungkin rada-rada ga beres seperti author-nya
*gaje*. Abaikan sang author! Sekarang kita mau membahas asal-usul terjadinya cerita
My Formula : 128√e980 ini. Ceritanya tidak hanya membahas tentang triangle love Taeyeon,
Gayoon, dan Eunhyuk saja, tapi juga tentang kehidupan para cast lainnya, mulai dari triangle love nya Seohyun, Yonghwa dan
Kyuhyun sampai kelucuan para cast lainnya. Author sich belum tahu endingnya bakal seperti
apa, tapi yang jelas ini Be Continued story. Seperti kebiasaan author, kelanjutannya
tergantung para readers. NO BASHING AND NO SPAM RIGHT!
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Taeyeon adalah seorang gadis yang sekarang
berada di kelas 3 SMA - SMA Myungboon, sama dengan Eunhyuk, Gayoon, dll.
Eunhyuk
adalah teman lama Taeyeon yang dulunya menyukai Taeyeon, tapi sejak ia pindah
ke Kanada, ia menyukai
orang lain bernama Gayoon yang kebetulan juga adalah sahabat lama Taeyeon dan meninggalkan Taeyeon. Beberapa tahun kemudian
Eunhyuk pindah kembali ke kota asalnya (sama dengan kota dimana Taeyeon tinggal) dan disusul
oleh Gayoon. Disanalah cerita bermula.
Sedangkan
Seohyun adalah adik kandung Taeyeon yang
sekarang berada di kelas 2 SMA. Taeyeon tinggal di apartmentnya sendiri karena
ia tidak mau merepotkan orang tuanya, padahal orang tuanya adalah milyarder
yang punya banyak perusahaan, sementara Seohyun tinggal di rumah orang tua
mereka. Meskipun orang tua mereka adalah milyarder, tidak ada yang tahu kalau
mereka adalah anak orang kaya, hanya beberapa yang tahu.
Taeyeon
mempunyai sahabat-sahabat seperti Yuri, Tiffany, Sunny,
dan Sooyoung.
Eunhyuk
juga mempunyai saudara laki-laki bernama Yonghwa yang
sekelas dengan Seohyun. Sahabat-
sahabat Eunhyuk yaitu Leeteuk, Sungmin, Kyuhyun, Ryeowook, Shindong, Yesung, Kangin, Hangeng, dan
Siwon.
Ada
sesuatu dibalik kedekatan Seohyun, Yonghwa,
dan Kyuhyun yang hanya beberapa orang
saja yang tahu.
Gayoon
juga memiliki beberapa orang teman seperti Jihyun,
Jiyoon, Sohyun,
dan Hyuna.
Happy reading ^^
>>> Shin Hyun Rin <<<
----------------------------------------------------------
Author POV
Jam 06.00
Taeyeon sudah sampai di sekolahnya, Dongguk High School. Ia memilih pergi
duluan sementara Seohyun menyusul di belakang dan pergi di jam biasa. Itu
karena Taeyeon ingin cepat-cepat duduk di kelasnya dan menghapal pelajaran
Fisika. Ya, sangat rajin bukan? Karena itulah Taeyeon. Anak pintar yang meraih
juara umum di sekolahnya.
Taeyeon
segera masuk ke ruang kelasnya. Ia menduga pasti dialah siswa pertama yang
datang ke sekolah hari itu.
Tapi
tebakannya meleset! Ia bukanlah siswa pertama yang datang ke sekolah, bahkan
juga bukan siswa yang pertama kali masuk ke kelasnya hari itu. Ia melihat
seorang namja yang memakai seragam sama dengannya sedang membaca buku di
tempat duduknya! Sangat tidak sopan! Tapi Taeyeon sama sekali tidak mengenali
namja itu. Siapa dia?
Namja itu
membalikkan kepala ke arah Taeyeon dan menyibakkan poninya sambil tersenyum.
Tapi saat ia melihat Taeyeon, ia tidak lagi tersenyum.
"Lee
Hyuk Jae?" bisik Taeyeon pelan.
"Kim
Tae Yeon," kata namja itu, ia kelihatan terkejut.
"Apa
yang kau lakukan disini Hyukjae?" tanya Taeyeon, suaranya bergetar.
Namja
yang ternyata Eunhyuk itu menepis panggilan Taeyeon, "Jangan panggil aku
Hyukjae, namaku Eunhyuk!"
"B-baiklah
Eun…hyuk," kata Taeyeon gugup.
"Aku
bersekolah disini. Aku baru pindah kemaren. Songsaenim mengatakan kalau ini
kelasku. Ini kelasmu juga?"
"Ya,
dan kau duduk di mejaku!" bentak Taeyeon.
"Whoa,
tenang yeppeo. Mian kalau aku menduduki mejamu. Kau sama sekali tidak berubah,
kau masih Kim Tae Yeon pemarah yang ku kenal," goda Eunhyuk.
"Jangan
merayuku! Aku sudah berubah pabo! Lebih baik kau keluar sana. Cari meja lain
untuk kau duduki!"
"Tapi
aku tidak tahu dimana mejaku,"
"Aku
tidak peduli!"
Eunhyuk
pergi dari tempat duduk Taeyeon dan Taeyeon langsung duduk di tempat duduknya.
Ia mendengar suara langkah kaki Eunhyuk menjauh dari kelasnya.
Taeyeon
langsung mengambil buku Fisika dari dalam tasnya namun ia tidak serta-merta
membaca. Ia membalik buku tanpa tahu tujuannya. Yang ia pikirkan sekarang
hanya Eunhyuk. Kenapa namja yang telah mengkhianatinya lima tahun yang lalu
itu kembali dan membawa luka untuknya. Baru setahun lalu Taeyeon mencoba
melupakan Eunhyuk, tapi sekarang ia kembali lagi dengan membawa cerita lama
dan membuat Taeyeon kembali terpuruk.
***
Eunhyuk POV
Ternyata
aku sekelas lagi dengan yeoja itu. Sungguh mengasyikkan! Meskipun kesan
pertamanya kurang baik padaku, tapi yakinlah Taeyeon, cepat atau lambat kau
akan kembali ke pelukanku lagi.
Memang
wajar kalau dia menaruh dendam padaku. Aku sudah membuangnya dan sekarang aku
memungutnya yang sudah tidak berdaya kembali. Ya, aku memang sudah
mengkhianati cinta Taeyeon dengan selingkuh dengan Gayoon. Aku melakukannya
karena aku muak dengan Taeyeon yang selalu memikirkan belajarnya dibanding
aku, dan dia juga yeoja paling pemarah yang aku kenal.
Aku ingin
dekat kembali dengan Taeyeon dan berpacaran lagi dengannya. Meskipun sudah
lima tahun berlalu dan aku sudah berusaha melupakannya, bayangan manis itu
selalu terlintas di benakku. Aku tidak bisa membohongi kalau aku sangat
mencintainya, lebih dari apapun, bahkan saat aku sudah bersama Gayoon. Aku
menyadari kesalahanku, dan satu yang aku harap saat ini adalah Taeyeon mau
menerimaku lagi sebagai kekasihnya.
Tapi
apakah Taeyeon sudah memiliki namja lain? Pertanyaan itulah yang sekarang
berkelabut di benakku. Sepertinya Taeyeon sudah menemukan namja yang tidak
akan menyakiti hatinya seperti perbuatanku. Aku harus mencari tahu!
Taeyeon-ah, tunggu aku chagiya…
***
Taeyeon POV
Aku tidak
konsentrasi dalam membaca bukuku. Ya Tuhan, apa yang sedang aku pikirkan! Aku
tidak boleh memikirkan namja itu lagi. Menyakitkan rasanya jika mengenang apa
yang kau lakukan Eunhyuk, itu menyakitkan! Apa kau tidak merasakannya!
Flashback to 5 years ago,
Author POV
"Berhentilah
menyumpahiku Taeyeon! Kau memang yeoja yang tidak beradab!" bentak
Eunhyuk ke arah Taeyeon yang menangis.
Plaak! "Apa kau bilang? Kau sama sekali
tidak punya otak! Apa yang kau lakukan dengan sahabatku!" teriak Taeyeon
sambil menampar Eunhyuk.
"Taeyeon,
mianhae. Aku tidak bermaksud seperti ini," kata seorang yeoja cantik
kepada Taeyeon.
"Aku
tidak perlu mendengar penjelasanmu lagi yeoja busuk! Aku kira kau sahabatku
Gayoon, ternyata aku salah menilaimu. Dan untuk kau Eunhyuk, aku akan pergi
dari kehidupanmu, aku tidak akan mengganggumu lagi! Semoga kau bahagia
bersamanya," kata Taeyeon terisak-isak dan berlalu.
"Kita
sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi Kim Tae Yeon!" teriak Eunhyuk
saat melihat Taeyeon berjalan pergi.
"Kapan
kita berhubungan?" kata Taeyeon berhenti tapi tidak membalikkan tubuhnya,
"Tidak pernah!" dan ia pun segera menyetop taksi untuk pulang ke
apartmentnya.
***
Taeyeon POV
Aku
menangis membayangkan apa yang telah dilakukan Eunhyuk padaku. Bayangan
beberapa tahun lalu itu terus saja mengusikku. Tak terasa air mataku jatuh dan
mengenai buku Fisikaku, seseorang menyodorkan sehelai sapu tangan untukku.
"Kenapa
menangis noonna?" tanya seorang namja yang ada di depanku, itu Leeteuk.
"Tidak
apa oppa, aku Cuma kelilipan," kataku berbohong. Aku tidak ingin Leeteuk
ikut campur dalam urusan ini.
"Jangan
bohong padaku. Sekarang hapuslah air matamu. Kalau kau mau bercerita padaku,
silakan. Tapi kalau tidak, aku tidak akan menuntut banyak,"
"Aku
tidak menangis oppa!"
"Baiklah,
itu tandanya kau tidak mau diusik. Lebih baik aku pergi. Oh ya, sapu tangan
itu kau simpan saja," kata Leeteuk oppa sambil berlalu.
"Gamsahamnida
oppa,'' kataku. Ya, oppa Leeteuk memang baik padaku. Ia memang cuek, tapi ia
sangat perhatian padaku. Sejak kepergian Eunhyuk, aku hanya dekat dengan
seorang namja saja, Leeteuk. Ia sudah seperti kakak laki-lakiku saja. Aku
pernah mendengar teman-temannya berkata kalau ia menyukaiku. Ah, tidak
mungkin!
Tak lama
kelas menjadi ramai. Terdengar olehku kalau Jihyun dan teman-temannya membahas
tentang kepindahan Eunhyuk ke sekolah ini kembali. Mereka juga seringkali
melirik dan meledekku. Apa maunya mereka itu? Aku tahu mereka adalah sahabat
Gayoon di dunia maya. Huh, menyebalkan!
Beberapa
menit kemudian, bel sekolah berbunyi. Semua siswa di kelasku sudah duduk,
begitu juga dengan Eunhyuk yang duduk tepat di depanku. Hobin songsaenim masuk
(beliau adalah wali kelasku), dan ia diikuti oleh seorang yeoja cantik yang
menundukkan kepalanya. Tunggu sebentar, aku mengenali siapa yeoja itu! Itu
Gayoon! Aigoo, apa yang ia lakukan disini? Menyebalkan!
Hobin
songsaenim menyuruh Gayoon untuk memperkenalkan dirinya, "Lanjut
Gayoon-ah!"
Gayoon
memasang wajah dimanis-maniskan. Banyak para namja yang berada di kelasku
memuji kecantikannya. Ya, harus aku akui kalau Gayoon itu memang lebih cantik
dibandingkanku. Tapi bagiku penampilan adalah yang ketiga, dibawah hati dan
kecerdasan.
"Annyeong
haseyo, Heo Ga Yoon imnida. Sebagian dari kalian mungkin sudah tahu aku. Aku
memang tidak bersekolah disini sebelumnya. Aku juga pernah tinggal di Korea
dan bersekolah di Myungboon High School poda grade Juniorku. Sedangkan waktu
senior, aku bersekolah di Kanada. Ummm, satu sekolah dengan Eunhyuk,"
kata yeoja itu memperkenalkan diri seraya menunjuk Eunhyuk.
Tapi yang
ku lihat Eunhyuk bukannya senang karena pacarnya juga bersekolah disini,
bahkan sekelas dengannya, ia hanya membuang muka sambil mengunyah permen
karetnya. Tak jarang juga ia melihatku ke belakang. Gayoon Cuma menatapku
penuh kebencian.
Seusai
memperkenalkan diri, Gayoon minta izin pada Hobin songsaenim agar ia diizinkan
duduk dengan Eunhyuk. Donghae yang saat itu duduk dengan Eunhyuk harus
mengalah dan duduk di dekatku. Aku memang dikhususkan untuk duduk sendiri
karena kalau aku duduk berdua, otakku hanya akan dimanfaatkan oleh
teman-temanku yang lain.
Eunhyuk POV
Aigoo!
Kenapa yeoja ini! Gayoon, kau selalu membuntutiku! Sekarang apa maumu Gayoon?
Aku sudah memutuskanmu empat tahun yang lalu, tapi kau masih saja
mengharapkanku!
Gayoon
melihat ke arahku dan tersenyum. Memang manis senyumnya, tapi aku tidak akan
tergoda!
"Oppa?
Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau akan pindah?" tanyanya.
"Bukan
urusanmu tahu!" kataku.
"Tapi
oppa meninggalkanku. Hampir saja aku celaka. Untung saja teman-temanku
memberitahu kalau kau pindah kesini,"
"Kenapa
kau mengikutiku?"
"Aku
tidak bisa hidup tanpamu oppa,"
"Oh,"
"Oppa,
kenapa kau tidak memperhatikanku!"
"Aku
kesini untuk belajar, bukan untuk bermesraan denganmu!"
"Tapi
aku sudah capek-capek kesini demimu oppa. Apa kau tidak peduli!"
"Tidak"
"Pasti
gara-gara yeoja itu!" kata Gayoon sambil menunjuk Taeyeon.
"Jangan
bawa-bawa namanya!"
"Aku
tidak akan menyinggungnya kalau kau mau mendengarkanku, hmmmm atau dia akan
berakhir di tanganku!" kata Gayoon tersenyum licik.
"Jangan
coba-coba melakukan sesuatu padanya Gayoon!"
"Ayolah
oppa, kenapa kau tidak se asik dulu? Turuti perintahku dan Taeng akan
selamat"
Aku
terdiam mendengar kata-kata Gayoon. Taeng, itu adalah panggilan kesayanganku
untuk Taeyeon, dan Gayoon akan melakukan sesuatu yang tidak-tidak pada
Taeyeon. Aku tidak akan membiarkan Taeyeon terluka oleh Gayoon.
"Bagaimana
oppa? Kenapa diam?" tanya Gayoon seperti menantangku.
"Baiklah,
aku akan menuruti perintahmu. Asal dengan satu syarat, kau tidak boleh
menyakiti Taeyeon!"
Gayoon
tersenyum dan mencolek lenganku. Aku terpaksa diam saja. Bagaimana dengan
Taeyeon yang ada di belakangku?
Taeyeon POV
Mengapa
mereka mengumbar kemesraan didepanku? Ugh, Eunhyuk, ia selalu begitu! Apa ia
tidak tahu kalau hatiku sakit melihat mereka berdua!
Aku
mencoba menegur mereka karena merusak konsentrasiku dalam belajar.
"Kalian
bisa diam tidak anak baru?" seruku lantang. Seisi kelas langsung
memperhatikanku.
Eunhyuk
dan Gayoon melihat ke arahku, mereka terlihat tersinggung.
"Kalian
ini meribut saja! Lebih baik aku yang didepan!" ujarku lagi.
Aku akan
bangkit dari dudukku dan diikuti Donghae, "Mereka memang meribut
songsaenim!"
Hobin
songsaenim menyuruh Eunhyuk dan Gayoon ke belakang, sementara aku dan Donghae
ke depan.
***
Bel
sekolah berbunyi dan waktunya istirahat. Sooyoung, Tiffany, dan Yuri
menghampiriku dan mengajak makan di kantin.
"Tae,
ke kantin yuk!" ajak Yuri.
"Aku
lagi nggak mood belanja," ujarku masih duduk di bangkuku.
"Ya,
kenapa sih Tae? Kamu tidak enak badan?" tanya Sooyoung sambil mengusap
kepalaku.
"Aku
nggak apa-apa kok Young,"
"Atau
jangan-jangan karena Eunhyuk?" tanya Tiffany.
"Hush,
kenapa kamu tetap menyebut namanya!" kata Yuri pada Tiffany.
"Tenang
dulu Yuri, kamu tidak tahu ya kalau Lee Hyuk Jae brengsek itu pindah ke
sekolah kita?" kata Tiffany.
"Mwo?
Benarkah?" seru Sooyoung terkejut.
"Kalian
ini payah! Masa itu saja tidak tahu! Pabo!" kata Tiffany sembarangan.
"Sejak
kapan? Kamu tahu darimana?" tanya Yuri.
"Tanya
saja sama Taeyeon," kata Tiffany.
"Gimana
Tae?" tanya Sooyoung dan Yuri serempak padaku.
Aku kesal
mendengar perkataan mereka, "Jangan tanya-tanya dia lagi!"
Mereka
terdiam, sedih mendengar perkataanku.
"Hmmmm,
maafkan aku teman-teman. Aku terlalu kasar pada kalian. Aku memang tidak mood
karena dia," ujarku lirih.
"Tidak
apa-apa Tae. Mungkin itu memang sulit. Baiklah, kami tidak akan mengungkitnya
lagi di depanmu," kata Sooyoung yang diamini Tiffany dan Yuri.
***
Eunhyuk POV
Aku
berkumpul dengan teman-teman lamaku, Kyuhyun, Leeteuk,
Sungmin, Hangeng,
Siwon, Kibum,
Shindong, Ryeowook,
Yesung, dan Kangin. Aku merindukan
mereka, sudah 5 tahun aku meninggalkan Seoul dan pergi ke Kanada. Tapi, jelas
saja aku lebih merindukan Taeyeon.
"Eh
hyung, bagaimana hubunganmu dengan Gayoon? Apa berhasil?" tanya Kyuhyun
mengejekku.
"Ya!
Kau ini Kyu!" seruku sambil menjitak kepala Kyuhyun. Ia memang dongsaeng
yang jahil!
"Apa
kau sudah putus dengannya?" tanya Yesung yang tak kalah usilnya. Kyuhyun
dan Yesung adalah duo trouble maker di kelompok kami.
"Jangan
bertanya tentang yeoja itu lagi, bukankah Dance King kita sudah kembali ke
pangkuan yeojachingu lamanya," kata Ryeowook padaku sambil berkedip.
"Mwo?!
Benarkah Hyuk?" tanya Sungmin terkejut.
"Sudahlah,
biarkan Eunhyuk yang berbicara!" kata Leeteuk menengahi. Ia terlihat cool
dan bijaksana. Leader yang paling baik dan sempurna. Satu-satunya hyung-ku di
kelompok ini selain Sungmin.
"Ya,
hyung, aku kan tidak tahu harus bicara apa?!" kataku lagi.
"Bicara
sajalah, biar kami yang mendengarkan hyung," kata Shindong, 'boneka
beruang' kami.
"Baiklah…
Hmmmm, jadi begini. Empat tahun lalu aku sudah putus dengan Gayoon. Hubunganku
dengannya berjalan sekitar satu tahun. Itu memang waktu yang lama, tapi aku
dan Taeyeon kan sudah berjalan tiga tahun. Aku sudah muak berada di Kanada,
dikelilingi oleh bayangan Gayoon dan perasaan menyesalku pada Taeyeon. Karena
itu aku pindah kesini lagi…," ujarku panjang lebar.
"Ya,
hyung! Ceritamu tidak seru!" kata Kyuhyun menyolot ceritaku dan
menyemprotkan orange juice yang ada di tangannya. Argh!
"Kau
ini Kyu!" hardik Siwon yang sedari tadi diam saja.
"Kau
tertarik ya hyung? Hahaha," ejek Kyuhyun pada Siwon sambil tertawa,
"Hey Yesung, Siwon tertarik! Hahaha!"
"Mwo?
Kau tertarik hyung? Hahaha!" tambah Yesung.
"Sudahlah!
Lanjutkan saja Hyuk, jangan pedulikan mereka," kata Leeteuk menengahi
sementara Siwon langsung saja cemberut.
"Jadi,
aku… hmmmm, aku… aku…," ujarku terbata-bata.
"Ayo
cepat cerita hyung! Kau mau ku semprot lagi!" kata Kyuhyun menyemprotku
sambil tangannya mengepal ke atas mengangkat orange juice-nya.
"AKU
SUKA SAMA TAEYEON!!"
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
To Be Continued
Vocabularies
you got:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Gummiers Response